"Terbitkan Aturan Kantin Bebas Kemasan Plastik untuk SMA di Kota Jambi"

Masalahnya

Sebagai seorang guru, saya miris lihat tumpukan sampah plastik di sekolah. Tahu nggak, ada 221 ton sampah plastik yang dihasilkan seluruh SMA di Kota Jambi per tahunnya?

Hitungannya gini. Di 60 SMA di Kota Jambi, jumlahnya muridnya ada 18.000 orang. Jika tiap murid menghasilkan 0,5 ons sampah per hari, kalau dikali 246 hari kalender belajar, maka dalam setahun SMA di Jambi menghasilkan sampah 221.400 kg atau 221 ton. 

Setiap harinya, kantin sekolah sediakan jajanan dengan wadah plastik/sachet dan styrofoam. Kita seakan dibiasakan dengan sampah plastik, dan menganggap itu bukan masalah. Padahal, Indonesia sudah menduduki peringkat kedua negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. 

Tapi saya tahu ini bukan kemauan para siswa. Mereka pasti nggak ingin menghasilkan sampah plastik juga. 

Kalau ada aturan untuk tidak memakai plastik sekali pakai di kantin sekolah, maka kita bisa kurangi banyak sampah plastik di Jambi. 

Karena itu, saya punya ide, bagaimana kalau Dinas Pendidikan Kota Jambi menginisiasi kebijakan, agar sekolah-sekolah di Jambi bisa bebas dari pemakaian plastik sekali pakai. Bisa mulai dari SMA dulu. 

Saya berpikir, mulai dari sekolah menengah atas akan lebih mudah. Karena pada masa ini, siswa berada pada tingkat remaja akhir, sehingga lebih mudah menyesuaikan diri dengan aturan. Nantinya kalau program ini berhasil di SMA, bisa jadi percontohan di tingkat SMP dan SD.

Hak lingkungan bersih dan kesehatan adalah hak semua orang, terlebih anak-anak. Kelak mereka juga yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan yang layak huni.

Kalau teman-teman setuju dengan ide saya ini, agar Dinas Pendidikan Kota Jambi buat aturan larangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai di SMA, tolong dukung dan sebarkan petisi ini ya. 

Kalau petisi ini banyak dukungannya, nanti akan saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Bapak H.Mulyadi,S.Pd,M.Pd. 

 

Salam,

Novita Sari

 

Petisi ini mencapai 43 pendukung

Masalahnya

Sebagai seorang guru, saya miris lihat tumpukan sampah plastik di sekolah. Tahu nggak, ada 221 ton sampah plastik yang dihasilkan seluruh SMA di Kota Jambi per tahunnya?

Hitungannya gini. Di 60 SMA di Kota Jambi, jumlahnya muridnya ada 18.000 orang. Jika tiap murid menghasilkan 0,5 ons sampah per hari, kalau dikali 246 hari kalender belajar, maka dalam setahun SMA di Jambi menghasilkan sampah 221.400 kg atau 221 ton. 

Setiap harinya, kantin sekolah sediakan jajanan dengan wadah plastik/sachet dan styrofoam. Kita seakan dibiasakan dengan sampah plastik, dan menganggap itu bukan masalah. Padahal, Indonesia sudah menduduki peringkat kedua negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. 

Tapi saya tahu ini bukan kemauan para siswa. Mereka pasti nggak ingin menghasilkan sampah plastik juga. 

Kalau ada aturan untuk tidak memakai plastik sekali pakai di kantin sekolah, maka kita bisa kurangi banyak sampah plastik di Jambi. 

Karena itu, saya punya ide, bagaimana kalau Dinas Pendidikan Kota Jambi menginisiasi kebijakan, agar sekolah-sekolah di Jambi bisa bebas dari pemakaian plastik sekali pakai. Bisa mulai dari SMA dulu. 

Saya berpikir, mulai dari sekolah menengah atas akan lebih mudah. Karena pada masa ini, siswa berada pada tingkat remaja akhir, sehingga lebih mudah menyesuaikan diri dengan aturan. Nantinya kalau program ini berhasil di SMA, bisa jadi percontohan di tingkat SMP dan SD.

Hak lingkungan bersih dan kesehatan adalah hak semua orang, terlebih anak-anak. Kelak mereka juga yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan yang layak huni.

Kalau teman-teman setuju dengan ide saya ini, agar Dinas Pendidikan Kota Jambi buat aturan larangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai di SMA, tolong dukung dan sebarkan petisi ini ya. 

Kalau petisi ini banyak dukungannya, nanti akan saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Bapak H.Mulyadi,S.Pd,M.Pd. 

 

Salam,

Novita Sari

 

Perkembangan terakhir petisi