Hak Akademik Mahasiswa UT yang Terabaikan: Petisi Perbaikan Sistem dan Evaluasi Total

Penandatangan terbaru:
Muhamad Syukria dan 11 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami, mahasiswa Universitas Terbuka dari berbagai daerah di Indonesia, menyampaikan petisi ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kritik konstruktif terhadap berbagai permasalahan akademik yang terus berulang dan hingga kini belum mendapatkan solusi yang memadai.

Sebagai institusi pendidikan tinggi negeri yang mengusung konsep keterbukaan dan pemerataan akses pendidikan, Universitas Terbuka seharusnya menjamin kualitas layanan akademik yang adil, transparan, dan akuntabel bagi seluruh mahasiswa, tanpa terkecuali. Namun pada praktiknya, kami menghadapi sejumlah persoalan serius, antara lain:

  1. Jadwal perkuliahan dan akademik yang sangat padat serta tidak fleksibel, sehingga menyulitkan mahasiswa—terutama mahasiswa pekerja—untuk mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
  2. Website dan sistem layanan daring Universitas Terbuka yang kerap mengalami gangguan (error), terutama pada masa-masa krusial seperti akses e-learning, pengerjaan tugas, hingga pengecekan nilai.
  3. Dosen yang sering tidak hadir atau minim interaksi akademik, serta keterlambatan dalam pemberian nilai, yang berdampak langsung pada kepastian studi dan perencanaan akademik mahasiswa.
  4. Permasalahan terbaru dan paling krusial terkait hasil nilai akhir, di mana banyak mahasiswa memperoleh nilai E secara massal tanpa penjelasan yang transparan, mekanisme klarifikasi yang jelas, maupun akses terhadap penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Situasi ini diperparah oleh tidak berfungsinya saluran aspirasi mahasiswa secara efektif. Organisasi kemahasiswaan cenderung pasif, sementara keterbatasan geografis membuat mahasiswa sulit menyampaikan kritik secara langsung ke UT daerah atau pusat. Media sosial bukanlah kanal resmi yang memadai untuk menyelesaikan persoalan struktural sebesar ini.

Melalui petisi ini, kami menuntut dan meminta dengan tegas kepada pihak Universitas Terbuka untuk:

  1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem akademik dan layanan digital UT.
  2. Menjamin transparansi dan keadilan dalam sistem penilaian, termasuk membuka mekanisme klarifikasi dan peninjauan nilai akhir.
  3. Meningkatkan akuntabilitas dosen dan tenaga pengajar, khususnya terkait kehadiran, interaksi akademik, dan ketepatan waktu penilaian.
  4. Menyediakan saluran resmi, aktif, dan responsif bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik, saran, dan pengaduan tanpa takut diabaikan.

Petisi ini bukanlah bentuk permusuhan terhadap Universitas Terbuka, melainkan wujud kepedulian mahasiswa terhadap kualitas pendidikan dan masa depan akademik kami. Kami percaya bahwa Universitas Terbuka dapat menjadi institusi yang lebih baik apabila bersedia mendengar dan menindaklanjuti suara mahasiswanya.

Demikian petisi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan tanggung jawab pihak Universitas Terbuka, kami mengharapkan tindakan nyata, bukan sekadar janji.

avatar of the starter
Autonomous KolektifaPembuka Petisi

14

Penandatangan terbaru:
Muhamad Syukria dan 11 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami, mahasiswa Universitas Terbuka dari berbagai daerah di Indonesia, menyampaikan petisi ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kritik konstruktif terhadap berbagai permasalahan akademik yang terus berulang dan hingga kini belum mendapatkan solusi yang memadai.

Sebagai institusi pendidikan tinggi negeri yang mengusung konsep keterbukaan dan pemerataan akses pendidikan, Universitas Terbuka seharusnya menjamin kualitas layanan akademik yang adil, transparan, dan akuntabel bagi seluruh mahasiswa, tanpa terkecuali. Namun pada praktiknya, kami menghadapi sejumlah persoalan serius, antara lain:

  1. Jadwal perkuliahan dan akademik yang sangat padat serta tidak fleksibel, sehingga menyulitkan mahasiswa—terutama mahasiswa pekerja—untuk mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
  2. Website dan sistem layanan daring Universitas Terbuka yang kerap mengalami gangguan (error), terutama pada masa-masa krusial seperti akses e-learning, pengerjaan tugas, hingga pengecekan nilai.
  3. Dosen yang sering tidak hadir atau minim interaksi akademik, serta keterlambatan dalam pemberian nilai, yang berdampak langsung pada kepastian studi dan perencanaan akademik mahasiswa.
  4. Permasalahan terbaru dan paling krusial terkait hasil nilai akhir, di mana banyak mahasiswa memperoleh nilai E secara massal tanpa penjelasan yang transparan, mekanisme klarifikasi yang jelas, maupun akses terhadap penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Situasi ini diperparah oleh tidak berfungsinya saluran aspirasi mahasiswa secara efektif. Organisasi kemahasiswaan cenderung pasif, sementara keterbatasan geografis membuat mahasiswa sulit menyampaikan kritik secara langsung ke UT daerah atau pusat. Media sosial bukanlah kanal resmi yang memadai untuk menyelesaikan persoalan struktural sebesar ini.

Melalui petisi ini, kami menuntut dan meminta dengan tegas kepada pihak Universitas Terbuka untuk:

  1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem akademik dan layanan digital UT.
  2. Menjamin transparansi dan keadilan dalam sistem penilaian, termasuk membuka mekanisme klarifikasi dan peninjauan nilai akhir.
  3. Meningkatkan akuntabilitas dosen dan tenaga pengajar, khususnya terkait kehadiran, interaksi akademik, dan ketepatan waktu penilaian.
  4. Menyediakan saluran resmi, aktif, dan responsif bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik, saran, dan pengaduan tanpa takut diabaikan.

Petisi ini bukanlah bentuk permusuhan terhadap Universitas Terbuka, melainkan wujud kepedulian mahasiswa terhadap kualitas pendidikan dan masa depan akademik kami. Kami percaya bahwa Universitas Terbuka dapat menjadi institusi yang lebih baik apabila bersedia mendengar dan menindaklanjuti suara mahasiswanya.

Demikian petisi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan tanggung jawab pihak Universitas Terbuka, kami mengharapkan tindakan nyata, bukan sekadar janji.

avatar of the starter
Autonomous KolektifaPembuka Petisi
Perkembangan terakhir petisi